Wednesday, May 19, 2010




Srenggege menangis tanpa henti...

mematikan sekalian sinar srenggege seketika..

Mengalir lesu cahaya tanpa simpati....

nyata langit karmizi yang cerah cahayanya makin di tengelami lantas tanpa belas kasian.., ianya bertukar menjadi gelap..

segelap hati dan jiwa mereka yg luka..

meniti kekalutan yg tak pernah diselenggarakan bahasanya..

membusuk terusan nanah di hati mereka yg luka..

Bianglala, jujur hadir tanpa meminta..hadirnya bakal menggembirakan sekalian hati yg terluka..

bait-bait bahasa membiaskan warna yg senantiasa indah..Rona-rona kegembiraan hadir..

Terukir sebuah senyuman..., Akhirnya, srenggege tiba kembali cahayanya untuk menceriakan keadaan yg kusam..

Natijahnya, chenta itu tak menarik kalau hati tak tertarik...

No comments:

Post a Comment

Menuju Cahaya